Ada Messi Dibalik Perseteruan Pique dengan Alvaro

Ada sesosok Messi di balik kejadian yang melibatkan Gerard Pique dengan Alvaro Gonzalez. Mereka berdua terlibat perseteruan pada menit-menit penghujung laga Villarreal kontra Barcelona yang habis 4-4, Rabu (3/4/2019).

Menit ke-86 wasit Alejandro Hernandez memberikan kartu kuning ke 2 pada pemain bertahan Villarreal tersebut. Kala melintasi bench bintang Barcelona, mendadak Pique menghardiknya.

Tidak terima dengan perlakuan suami Shakira, Alvaro juga memperlihatkan gestur melawan mantan bintang Manchester United itu.

Bukanlah tanpa sebab Pique berbuat konfrontasi bersama Alvaro. Untuk bintang Barcelona, sosok itu terbilang menjadi public enemy.

Kala tengah memperkuat Espanyol, dia jua terlibat insiden bersama bintang Barcelona yang lain, Lionel Messi. Pada pertandingan derbi Catalan saat 2016 lalu, dia menghina Messi dengan sebutan pendek.

“Kamu kenyataannya amat pendek, ” hina mantan kapten Espanyol ini sebagaimana dilansir Football5star. com melalui marca.

Hinaan Alvaro sontak saja membikin La Pulga naik pitam. Beberapa pemain El Barca lainnya yang melihat hal itu berbondong-bondong mengintimidasi bintang dari Uruguay itu.

Layak diduga Pique terus menyimpan dendam kepada pemain bertahan berumur 29 tahun ini sampai terjadinya kejadian dinihari tadi. Dikartu merahnya Alvaro mengawali jalan untuk Barcelona guna terhindar dari kekalahan.

Villarreal yang sebelum dikeluarkannya Alvaro tengah memimpin 4-2 mesti mendapat fakta pahit kebobolan 2 gol pada menit penghujung laga. Messi serta Suarez menjadi penolong Barcelona melalui golnya pada menit ke 90 serta 90+3.

Hasil seri kontra Villarreal membikin anak didik Ernesto Valverde tetap nyaman pada tempat pucuk Liga Spanyol. Sedangkan untuk The Yellow Submarine hasil itu membikin mereka cuma tertinggal dua angka bersama Celta Vigo di tempat terdegradasi.

Winger Mainz Ingin Beri Bayern Kejutan Tak Menyenangkan

Bayern Munich dipastikan tidak bakal mendapat hasil positif dengan enteng kala melawan FSV Mainz 05, Senin (18/3) dini hari WIB. Pemain sayap sang tamu, Karim Onisiwo, berniat memberi kejutan tidak menyenangkan untuk sang pemimpin klasemen Bundesliga 1.

“Tentu saja kami angkat kaki ke sana buat mendapat sesuatu! ” cetus Karim Onisiwo, Jumat (15/3). Secara pribadi, ia jua mau menambah golnya yang baru berjumlah 4 buah. “Musim itu, targetku ialah menyarangkan 7 sampai 8 gol. ”

Walau Mainz hadir dengan modal hasil negatif di 2 pertandingan terbaru pada Bundesliga 1, Karim Onisiwo tidak pesimistis. Sebaliknya, ia mau timnya bangkit di markas Bayern Munich. Jikapun tidak memenangkan pertandingan, pencapaian imbang dinilainya tidak mengenaskan.

“Hal tervital adalah balik lagi menuju jalur ketika menghadapi (Bayern) Munich. Bagaimanapun, kami mau main dengan penuh gairah. Kita saksikan saja alhasil seperti apa. Pastinya, 1 angka bakal baik untuk kami. Kami cuma butuh memperlihatkan kedalaman kami serta bergerak cepat, ” tutur ia.

Barcelona Mulai Susun Taktik Tanpa Lionel Messi

Pemain berposisi gelandang Barcelona, Ivan Rakitic, mengumbar taktik tim sehabis ditinggal superstar mereka, Lionel Messi.

Lionel Messi perlu menepi selama 3 pekan sehabis cedera retak tulang pengumpil yang dideritanya ketika menghadapi Sevilla pada Liga Spanyol di Sabtu (20/10/2018).

Ada 6 pertandingan pada seluruh turnamen yang bakal Messi lewatkan selama cedera.

“Kami bakal coba membikin ketidakhadiran Messi tidak nampak sama sekali, ” tutur Rakitic menurut BolaSport. com melalui Marca.

Satu dari sekian banyak pertandingan yang mesti Messi lewatkan merupakan pertandingan El Clasico vs sang rival bebuyutan, Real Madrid.

Rakitic mengatakan Barcelona masih memelihara keyakinan walau tanpa sang superstar.

“Kami kini tengah menantikan pertandingan El Clasico yang tentu bakal berbeda, ” tutur Rakitic.

“Ini bukanlah lagi mengenai keyakinan diri ataupun krisis tim, ” tutur bintang dari Kroasia itu.

Messi tentu jadi kehilangan besar jelang pertandingan vs Real Madrid.

Dia menyarangkan goal di dalam 4 dari 5 pertandingan terakhir El Clasico.

Sekarang Barcelona harus memburu suksesor sang superstar menjadi pencipta goal andalan.